Sebusur Pelangi
Hujan yang risik
telah mengguyur kota
ukir
menyambut datangnya
pagi
membasahi bumi pertiwi
Awan hitam yang
menggumpal
telah bergeser
terpisah
angin kencang
berhembus
mengiringi tetesan
air.
Serentak suara
guntur
terdengar cukup
gaduh
tak lama
kilatpun bersuara
menyambar
dengan sadisnya.
Setiba jam delapan
deras hujan terhenti
atas kehendak-Nya.
Awan hitam yang
mengelayut
telah pergi
meninggalkan,
beralih menjadi
cerah
indah dan menawan.
Goyahan angin
dahsyat
yang menyentuh
kulit
telah beranjak
sirna
dalam jangka
seketika.
Tak lama kemudian
terbentanglah sebudsur
pelangi
yang menampakkan
keindahan,
menghiasi langit biru
dengan warna yang
seru.
Rahasia Ilahi
Hidup dan mati
telah menjadi
ketentuan Ilahi
tak kan bisa
terdeteksi
kapan mulai terjadi.
Batas usia insan
semuanya kan
berjalan
sesuai ketetapan.
Nikahnya kita
dengan siapa
tergantung
pilihan pencipta
banyaknya anak
yang kita punya
terserah yang
mencipta.
Jumlah rizki yang
diterima
menjadi ketentuan yang
nyata
amal apa yang kita
rasa
menjadi kehendak
penguasa.
Celakakah kita
atau bahagianya
kita
adalah urusan
Tuhan kita
Semua yang terurai
adalah rahasia Ilahi
semua kan sulit
diketahui
jika belum
dikehendaki.
Seberkas Cahaya
Putih
Ditengah malam yang
sepi
kuberanjak seorang
diri
bangkit dari mimpi
menuju tempat bersuci
Kusempurnakan
wudluku
sesuai aturan yang
berlaku,
mengais ridho
Ilahi
di puncak malam
yang sunyi.
Kuhadapkan
diri
penuh ta'dzim
pada Ilahi
kutelusuri
perjalanan sholat
hingga pada
titik akhir.
Kulapisi
lisan
dengan
lantunan ayat Qur'an.
Perlahan
kuhayati
penuh
kefokusan diri,
kutelusuri
ajaran yang tersirat
dan
menuangkannya dalam hati.
Nampak dari kejauhan
seberkas cahaya
putih
memancarkan
keelokkan
berjalan tanpa henti
mencoba mendekati.
Seberkas cahaya
putih
lalupun merasuk
dalam hatiku
menyinari dengan
penuh
menenangkan
hatiku.
Kala
seberkas cahaya putih
telah
menyelinap hatiku
seakan
pikiranku penuh insiprasi
kebulatan
masalahku
serentak
mulai terpecahkan
kejenuhan
yang mengerutu
telah sirna
dari qalbuku.